Kaya Ilmiah
Pengaruh
Radiasi Handphone Bagi Kesehatan
Disusun Oleh
Kiki
Abdul Malik
Kelas 9.2
SMP NEGERI 16 B0GOR
Jalan Baru Kayumanis Kec. Tanah
Sareal Telp. (0251) 7533392 Bogor 16169
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
manusia
adalah makhluk sosial,artinya manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dalam
mewujudkan kodratnya ini,manusia melakukan komunikasi dengan orang lain.
Komunikasi telah dilakukan oleh manusia purba.Komunikasi ini dilakukan dengan
berbagai cara,baik secara langsung maupun dengan tulisan dan gambar.
Seiring
berkembangnya zaman,manusia pun tersebar ke seluruh penjuru dunia.Komunikasi
pun semakin sulit untuk dilakukan,khususnya untuk orang yang tinggalnya
berjauhan.Oleh karena itu,manusia memikirkan cara-cara komunikasi yang baru.Hal
ini dimulai dengan pengiriman surat.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
menyebabkan munculnya teknik berkomunikasi baru,yaitu telepon.Manusia selalu
menginginkan sesuatu yang praktis, maka diciptakanlah telepon genggam yang
akrab disebut ponsel (telepon seluler).
Di
era globalisasi ini,ponsel sudah menjamur di masyarakat.Ponsel sudah dikatakan
sebagai barang yang “merakyat”,artinya digunakan di berbagai kalangan.Bagaikan
hubungan antara dua magnet yang berbeda kutub,begitu pulalah hubungan manusia
dengan ponsel yang susah dipisahkan.Setiap hari berjuta-juta orang di berbagai
belahan bumi menggunakan ponsel untuk menelepon atau mengirim pesan kepada
orang lain.Tapi apakah kita tahu dampak ponsel bagi kesehatan kita? Apakah
ponsel hanya memiliki dampak positif? Ataukah justru seperti pisau bermata
dua,di satu sisi menguntungkan,tapi di sisi lain merugikan kita?
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas,dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1.
Apa pengaruh gelombang radiasi ponsel bagi kesehatan manusia?
2.
Bagaimana cara meminimalisasi pengaruh radiasi
handphone bagi kesehatan
manusia?
1.3
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan diatas , Tujuan
yang hendak dicapai adlah
1. Mengetahui Pengaruh radiasi handphone
2. Mengetahui cara mengurangi Radiasi handphone.
1. Mengetahui Pengaruh radiasi handphone
2. Mengetahui cara mengurangi Radiasi handphone.
1.4
Metode penelitian
Studi kepustakaan
adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi
yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti.
Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian,
karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan,
ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis
baik tercetakmaupunelektroniklain.
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat
dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang
yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain
itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian
sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian
yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti
dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan
penelitiannya.
1.5 Sistimatika Penelitian
Halaman
Judul
Lembaran
Pengesahan
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5 Sistimatika Penetian
1.5.1 Pengertian Radiasi
1.5.2 Jenis-jenis Radiasi
1.5.3 Pengaruh Radiasi Handphone Terhadap kesehatan
1.5.4 Cara Mengurasi Dampak Radiasi
BAB II. Pembahasan
BAB III. Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
BAB II
Pembahasan
2.1 Pengertian
Radiasi
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan handphone,
2.2 Jenis-jenis
Radiasi
Radiasi
terdiri dari beberapa jenis dan setiap jenis dari radiasi tersebut memiliki
panjang gelombang masing-masing
1) Ditinjau dari massanya radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel.
1) Ditinjau dari massanya radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel.
Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak
memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro,
inframerah, cahaya tampak, sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik.
Radiasi partikel adalah radiasi yang memiliki massa terukur, misalnya partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta dengan simbol -1β0menunjukkan bahwa jumlah massa dari radiasi tersebut adalah 0 dan jumlah muatannya adalah 1 negatif. Partikel alfa dengan simbol 2α4 menunjukkan bahwa partikel ini memiliki massa sebesar 4 satuan massa atom (sma) dengan jumlah muatan sebesar positif 2.
Sedangkan partikel neutron dengan simbol 0n1 menunjukkan jumlah massa dari neutron adalah 1 sma dan jumlah muatannya adalah 0.
2) Ditinjau dari muatan listriknya, radiasi terbagi menjadi radiasi non pengion dan pengion.
Radiasi partikel adalah radiasi yang memiliki massa terukur, misalnya partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta dengan simbol -1β0menunjukkan bahwa jumlah massa dari radiasi tersebut adalah 0 dan jumlah muatannya adalah 1 negatif. Partikel alfa dengan simbol 2α4 menunjukkan bahwa partikel ini memiliki massa sebesar 4 satuan massa atom (sma) dengan jumlah muatan sebesar positif 2.
Sedangkan partikel neutron dengan simbol 0n1 menunjukkan jumlah massa dari neutron adalah 1 sma dan jumlah muatannya adalah 0.
2) Ditinjau dari muatan listriknya, radiasi terbagi menjadi radiasi non pengion dan pengion.
Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak suatu materi, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion-ion hasil ionisasi ini dapat menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan/materi, termasuk benda hidup, yang berinteraksi oleh radiasi. Radiasi pengion terkadang disebut juga sebagai radiasi atom atau radiasi nuklir. Yang termasuk ke dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara langsung. Sedangkan sinar-x, sinar gamma dan sinar kosmik, meskipun tidak memiliki massa dan muatan listrik, juga termasuk golongan radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak langsung.
Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi apabila berinteraksi dengan materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di sekeliling kehidupan kita. Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang radio (yang membawa informasi dan hiburan melalui radio dan televisi); gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone); sinar inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas); cahaya tampak (yang bisa kita lihat); sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).
2.3 Pengaruh Radiasi
Handphone Terhadap kesehatan
Ponsel menggunakan gelombang
elektromagnetik dalam mengirim dan menerima pesan. Gelombang elektromagnetik
ini dapat menyebabkan pemanasan pada jaringan tubuh. Jaringan
Pengamatan lebih jauh
mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia, ternyata
mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh
radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada
dalam tubuh manusia. Sel-sel yang terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar
mengandung air. Agitasi ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau
intensitas radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air
terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang ditimbulkan oleh
radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu diperhatikan
adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2.
Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada di dalam sel-sel tubuh manusia
dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja susunan syaraf, kerja kelenjar dan
hormon serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Hal-hal inilah yang
kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit Alzheimer atau kepikunan
dini.
Penelitian ini
dilakukan oleh 12 lembaga reset, 7 diantaranya ada di Eropa selama 4 tahun.
1996, Universitas of Washington, Seattle menemukan bahwa EMR dalam bentuk
energi gelombang radio rendah terbukt bisa merusak DNA. Kelompok risetb Jerman,
Verum mencoba mempelajari efek radiai HP terhadap sel-sel tubuh manusia.
Hasilnya sel-sel tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti
pada HP mengalami kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bias
menjadi penyebab timbulnya kanker. Pancaran radiasi yang digunakan dalam
penelitian berada pada level 0,3-2 watt/kg, sementara pada HP memancarkan sinyal
radio atau SAR (Spesifik Absortion Rate) yang berada pada level 2 watt/kg.
Beberapa akibat buruk yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah
penelitian antara lain meningkatkan resiko terkena tumor telinga , kanker otak,
berpengaruh buruk pada jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma
akustik, acoustic melanoma dan kanker ludah.
Sebenarnya semua
handphone yang beredar masih bias dkategorikan “aman” karena tingkat SAR-nya
masih dibawah 1,6 watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa orang yang merasa
agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan handphone-handphone yang
dikategorikan “aman” tersebut. Jadi yang betul-betul aman (bukan sekedar aman
saja) adalah tingkat radasinya dibawah 1 watt/kg. Maka dari itu untuk
memisahkan yang “aman” dan yang “betul-betul aman”, dibuatlah tabel dibawah
ini. Untuk lebih jelasnya lihat pengaruh posisi antenna terhadap resiko kanker
otak.
Beberapa institusi
juga menyatakan bahwa radiasi dari penggunan HP tidak berbahaya. Dan memang
radiasi HP tersebut, yang tergolong gelombang RF, tidak cukup berbahaya. Tapi
bukan berarti kemungkinan adanya efek samping tidak ada. Radiasi RF pada level
tinggi dapat merusak jaringan tubuh. Radiasi RF punya kemampuan untuk
memanaskan jaringan tubuh seperti oven microwave memanaskan makanan. Dan
radiasi tersebut dapat merusak jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak
diperlengkapi untuk mengantisipasi sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF.
Penelitian lain menunjukkan radiasi non-ionisasi (termasuk gelombang RF) menimbulkan
efek jangka panjang.
Sungguh tragis
mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari kita pakai ternyata memiliki
radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang kita tidak berhati-hati
menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga bias
dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti microwave.
Untuk membuktikannya,
dibutuhkan:
- 1 butir telur dan 2 HP. Telur diletakkan di tengah-tengah kedua HP.
- 65 menit percakapan ke 2 HP tersebut.
- Buktikan!!! Telur tersebut telah matang dan siap dimakan. Otak kita jg akan menjadi matang bila terus menerus ditempelkan pada HP. Otak dan telur sama-sama mengandung jumlah air dan protein.
- Mulailah panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit
- 15 menit tidak terjadi apa-apa
- Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, buktikan sendiri!
Pada HP terdapat
istilah transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu
yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi
melalui udara. Gelombang RF(radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi
elektromagnetik.
Berikut beberapa
penyakit dan kelainan yang berpotensi timbul karena radiasi HP:
- Kanker
- Tumor otak
- Alzheimer
- Parkinson
- Fatigue (terlalu capai)
- Sakit kepala
Penelitian yang
berbeda menghasilkan hasil yang berbeda. Ada yang menyatakan radiasi HP lebih
banyak menyebabkan kanker dan kelainan. Ada yang menyatakan bahwa radiasi HP
tidak berhubungan dengan kanker. Terlepas dari mana yang benar atau salah tentu
kita sebaiknya perlu untuk bersikap waspada dan mengantisipasi.
Beberapa pengguna
ponsel telah melaporkan bahwa mereka merasakan berbagai gejala saat menggunakan
atau setelah penggunaan ponsel, yaitu panas dan kesemutan pada kulit kepala,
kelelahan, gangguan tidur, pusing, sakit kepala, malaise, dan
takikardiak(jantung berdebar-debar). Laporan ini sedang diteliti penyebabnya,
apakah benar karena radiasi ponsel atau karena stres.
Berbagai percobaan
telah dilakukan oleh para ahli untuk mengatahui pengaruh radiasi ponsel bagi
kesehatan. Pada penggunaan jangka pendek, radiasi ponsel memang tidak
menyebabkan penyakit yang berarti. Tetapi pada penggunaan jangka panjang,
radiasi ponsel dapat memicu penyakit acoustic neuroma (sejenis tumor
otak). Dr. Lennart Hardell, seorang peneliti Swedia, mengemukakan bahwa
penggunaan ponsel selama satu jam per hari dalam kurun waktu sepuluh tahun
dapat meningkatkan resiko terkena tumor otak.
Penelitian mengenai
pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya
sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas
aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10 mW/cm2 ini berlaku di
Amerika, sedangkan untuk negara-negara lain belum dicapai kata sepakat berapa
sebenarnya nilai ambang batas aman tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan
nilai ambang batas aman adalah 0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000
nya) nilai ambang batas aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai
penetapan nilai ambang batas aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi
keselamatan pemakai gelombang mikro termasuk pula terhadap pemakaian ponsel.
2.4 Cara Mengurangi
Dampak Radiasi Handphone
Pakar kesehatan
menemukan beberapa upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi ponsel terhadap
kesehatan pengguna ponsel. Upaya tersebut meliputi
- pergunakan headset atau handsfree seefektif mungkin,
- memanfaatkan layanan pesan singkat (SMS) dibanding telepon,
- tidak menggunakan ponsel sewaktu sinyal lemah,
- tunggulah sampai telepon sudah menyambung ke tempat tujuan,
- jangan menyimpan ponsel di saku atau ikat pinggang pada saat ponsel dalam kondisi on,
- dalam buku manual ponsel selalu dianjurkan untuk mematikan ponsel pada saat berada di dekat pompa bensin maupun tempat-tempat penyimpanan bahan kimia yang mudah meledak. Ponsel dapat mengganggu operasi instalasi teknis dari tempat-tempat tersebut,
- meminimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil,
Dengan mengetahui
resiko dari efek radiasi HP,maka kita jangan lagi meremehkan resiko dari
radiasi HP ini karena akibatnya bisa fatal bagi organ tubuh kita.Sedapat
mungkin, kita dapat menjauhakn HP dari Anda saat Anda tidak sedang memakainya.
Jangan terlalu sering
meletakkan HP dekat dengan ginjal,jantung,dan dikantung celana Anda karena ini
bisa merusak ginjal, jantung,dan sistem reproduksi Anda! Juga jangan meletakkan
HP dekat dengan Anda ketika tidur.Jauhkan juga barang-barang elektronik lainnya
(radio, televisi,laptop) dari tempat Anda tidur karena radiasi dari
barang-barang elektronik tersebut bisa membahayakan kesehatan Anda dalam jangka
panjang.Radiasi yang ada mengganggu proses produksi hormone oleh tubuh kita
pada saat kita tidur.
BAB
III
Penutup
Berdasarkan
informasi yang telah didapatkan dari penyusunan Karya ilmiah ,menyatakan ponsel
mempunyai dampak yang akan mengganggu kesehatan penggunanya.Dari penyakit
ringan seperti vertigo hingga penyakit berbahaya seperti kanker pun dapat
membahayakan penggunanya.Radiasi ponsel timbul tidak hanya saat
digunakan,tetapi saat meletakkan ponsel di saku juga dapat menyebabkan
radiasi.Oleh karena itu,sebagai pengguna ponsel kita harus menyadari hal
tersebut dan lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel,dengan cara
meminimalisir waktu pemakaian ponsel serta memaksimalkan jarak ponsel dengan
tubuh kita (dalam kondisi menyala).
3.2 Saran
Dalam
menggunakan ponsel sebaiknya pengguna mengetahui cara pemakaian yang baik.
Pengguna ponsel juga harus berhati-hati dalam memilih merk dan tipe ponsel yang
akan digunakan.Karena setiap ponsel memiliki level SAR yang berbeda.Lever SAR
ini biasanya dicantumkan dalam buku manual.Para produsen pun seharusnya
memproduksi ponsel yang tidak memilki jumlah radiasi elektromagnetik yang
besar.Supaya ponsel tidak terlalu berbahaya bagi penggunanya.Sebab ponsel
dimilki setiap orang sebagai media komunikasi yang penting.
Daftar Pustaka
http://healthzone.com .
htpp://tutorialgratis.net.
http://komunikasi2010.wordpress.com
http://radiasihandphone.wordpress.com
www.inicaraku.com
http://april04thiem.wordpress.com
htpp://tutorialgratis.net.
http://komunikasi2010.wordpress.com
http://radiasihandphone.wordpress.com
www.inicaraku.com
http://april04thiem.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar